07
Sep
11

karya tulis . judul : kenaikan harga barang-barang pokok

KENAIKAN HARGA BARANG-BARANG POKOK

Karya tulis

2/12/2010

Ahmad sidik, Amellia A, Rizka K, Yan Januardi


KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan karya tulis yang berjudul “KENAIKAN HARGA BARANG-BARANG POKOK”.
Kami berterima kasih kepada keluarga yang telah mendukung kami, juga kepada guru pembimbing yang bersedia memandu kami dalam pembuatan karya tulis ini, tidak lupa kepada teman-teman yang sudah memberikan kritikan yang sangat membangun dan sudah meluangkan waktunya untuk membaca karya tulis kami.
Mohon maaf apabila ada kesalahan penulisan yang tidak berkenan dalam karya tulis kami. Semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Penulis,

DAFTAR ISI
I. Kata pengantar ………………………………………………………..…2
II. Daftar isi ……………………………………………………………….…3
III. Pendahuluan
3.1. Latar belakang…………………………………………..…….…4
3.2. Tujuan ……………………………………………………………4
3.3. Manfaat …………………………………………………………..4
3.4. Rumusan masalah ………………………………………………5
3.5. Sistematika ………………………………………………………5
IV. Isi ………………………………………………………………………….6
V. Penutup
5.1. Kesimpulan …………………………………………………….16
5.2. Saran ……………………………………………………………..16
VI. Daftar pustaka …………………………………………………………..17

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Kurangnya bahan dasar dari kebutuhan pokok masyarakat di Indonesia menjadikan harga barang-barang pokok di Indonesia menjadi mahal sehingga masyarakat di Indonesia sulit untuk memproduksinya. Akibatnya komsumen juga ikut merasakan dampaknya.
Selain terbatasnya bahan baku, produksi impor yang lebih mendominasi pasar juga membuat harga barang-barang pokok semakin tinggi. Sehingga banyak produsen bahan-bahan pokok gulung tikar.
Dengan adanya peristiwa ini, kami membuat sebuah karya tulis yang membahas mengenai sebab dan akibat kenaikan harga barang-barang pokok di Indonesia, mulai dari dasar sampai jatuh ke tangan konsumen.

Tujuan
Pembuatan karya tulis ini adalah sebagai bentuk keprihatinan kami dengan melonjaknya harga barang-barang pokok yang berakibat pada perekonomian Indonesia. Karya tulis kami bertujuan :
1) Agar masyarakat dan para pembaca untuk memanfaatkan bahan-bahan pokok yang terdapat di dalam negeri. Karena bahan-bahan pokok seperti kedelai yang di impor mulai jarang ditemukan di dalam pasar, terutama pasar tradisional.
2) Agar masyarakat mengetahui krisis yang dialami Indonesia sekarang
3) Agar masyarakat dapat memanfaatkan bahan dasar pangan yang diperoleh dari alam dengan sebaik-baiknya.
4) Tidak merusak alam hanya untuk mendapatkan kebutuhannya

Manfaat
Manfaat karya tulis ini, antara lain :
1) Agar masyarakat dapat memanfaatkan bahan-bahan pokok yang tersedia dengan baik
2) Bagi pembaca agar mengerti keadaan perekonomian bangsa Indonesia saat ini
3) Bagi kami, kami dapat merasakan penderitaan yang dialami oleh masyarakat tidak mampu karena akibat langkanya bahan dasar kebutuhan mereka, hargapun naik dan mereka kesulitan untuk memenuhi kebutuhan.

Rumusan masalah
Dari permaslahan tersebut, dapat ditarik beberapa rumusan masalah, antara
lain:
1) Bagaimana caranya agar masyarakat tidak kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari ?
2) Bagaimana caranya meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat ?
3) Bagaimana caranya mengurangi jumlah pengangguran ?
4) Bagaimana caranya mengatasi permasalahan mengenai penderita busung lapar dan gizi buruk ?
5) Bagaimana caranya agar masyarakat bisa mengomsumsi sumber pangan mereka ?

Sistematika
Pembuatan karya tulis kami yang berjudul “Naiknya Harga Barang-barang Pokok”, disusun menggunakan sistematika yang sesuai sengan ketentuan .

ISI

KENAIKAN HARGA BARANG-BARANG POKOK

Kebutuhan barang-barang pokok di Indonesia saat ini sedang mengalami krisis, dikarenakan harga barang-barang pokok yang melonjat naik. Sehingga masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Ini merupakan hal yang harus diatasi dan dicari jalan keluarnya. Apabila bahan-bahan dasar seperti kedelai, sagu, minyak tangah, minyak goreng dan lain-lain akan habis suatu saat nanti, itu akan berakibat buruk pada anak cucu kita. Mereka akan kesuliatan untuk bercocok tanam dan meningkatkan produksi pasar tradisional karena akan terus-menerus bergantung pada produk impor, dan tidak mau memanfaatkan sumber daya yang ada dalam negeri, dan itu akan menimbulkan rasa malas untuk bekerja keras.

Hal tersebut dapat diatasi dengan cara kesadaran masyarakat agar dapat memanfaatkan kebutuhan produksi dalam negeri yang masih dapat dijangkau dari segi ekonomi. Dari segi pertanian sebenarnya kualitas dalam negeri jauh lebih baik karena Negara kita yang berada pada iklim tropis yang cocok ditanami apa saja. Tapi langkanya sumber daya alam di Indonesia karena masyarakatnya sendiri yang tidak dapat memanfaatkan dengan baik. Seandainya petani sukses dengan hasil taninya dan masyarakat tengah atas tidak menggunakan sumber daya alam luar negeri, mungkin Indonesia sekarang ini akan lebih makmur dan harga pasar masih relatif normal dan terjangkau oleh masyarakat bawah.

Kenaikan ini juga berakibat pada kesejahteraan rumah tangga yang sebelumnya dapat memenuhi hampir semua kebutuhannya, tapi setelah langkanya bahan-bahan pokok mereka mulai membatasinya. Dan itu sangat mengganggu ketentraman rumah tangganya. Seharusnya masyarakat dapat mengesampingkan kebutuhan sekunder dan tersier dan harus lebih mengutamakan kebutuhan primer yang berperan dalam kehidupan sehari-hari. Ini merupakan suatu cara yang dapat dilakukan oleh masyarakat.

Dampak ini juga berlaku bagi pekerja industri. Banyak perindustrian yang memangkas anggaran pembelian sehingga banyak pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja atau PHK. Banyaknya pengangguran akibat kenaikan barang-barang pokok menambah ketentraman Negara Indonesia semakin sulit terwujud.
Menurut survey yang kami lakukan di pasar-pasar tradisional, kenaikan ini drastis sekali sehingga sangat merugikan bagi para produsen dan konsumen. Dapat diperkirakan kenaikan harga barang-barang pokok mencapai 50% pertahunnya. Bahkan mungkin bisa melewati lebih dari perkiraan. Angka ini akan terus meningkat dan semakin menyulitkan masyarakat Indonesia untuk mengomsumsi hasil pribumi.
Pascanaiknya harga bahan bakar minyak, harga-harga barang
kebutuhan pokok di Makassar dilaporkan naik tinggi. Kenaikannya bervariasi
sekitar Rp 100-Rp 1.000. Beberapa barang kebutuhan pokok, seperti beras,
gula pasir, terigu, minyak goreng, ikan, dan sayur-sayuran mengalami
kenaikan cukup tinggi. Ini merupakan kenaikan yang kedua karena saat BBM
belum resmi naik barang kebutuhan pokok sudah merambat naik.

Beberapa barang yang menunjukkan kenaikan cukup tinggi adalah gula pasir, terigu, beras, dan minyak goreng kemasan. Gula pasir misalnya, yang sebelum kenaikan masih seharga Rp 5.200 per kilogram, sehari setelah kenaikan naik menjadi Rp 5.300 per kilogram dan dua hari berikutnya naik lagi menjadi Rp 5.500 per kilogram.

Sementara terigu yang sebelum kenaikan BBM masih dijual Rp 3.800 per kilogram saat ini sudah naik menjadi Rp 4.500 per kilogram atau naik Rp 700. Minyak goreng kemasan yang sebelumnya dijual Rp 6.300-Rp 6.500 per kemasan 600 ml saat ini sudah dijual Rp 7.500. Sedangkan beras, sejak Januari lalu sudah mulai naik dengan besaran Rp 250-Rp 500 per kilogram. Dengan kenaikan harga BBM ini, berarti beras juga
sudah mengalami dua kali kenaikan.
Beberapa desa di Sumatera saat ini kembali menggunakan kayu bakar untuk memasak karena harga minyak tanah di kawasan itu saat ini sudah mencapai Rp 1.700 per liter. Warga yang umumnya nelayan itu mengumpulkan kayu bakar dari kawasan perkebunan kelapa yang ada di sekitar.
Inilah perbandingan kanaikan pertahunnya :

Berikut ini adalah kasus yang kami temukan tentang pengrajin tempe yang gulung tikar. Sebut saja beliau Bapak Surahman. Beliau mengaku sudah menjadi pengrajin tempe selama 20 tahun. Tapi 2 tahun terakhir ini beliau merasa kesulitan untuk mendapatkan bahan baku kedelai yang biasa beliau pesan di tempat langganannya di pasar terdekat. Diakibatkan harga kedelai melonjak drastis. Sehingga tidak terjadi keseimbangan antara modal yang dikeluarkan dengan laba yang diperoleh. Bapak Surahman mengadu bahwa beliau selalu mengalami kerugian setiap memproduksi tempe. Akhirnya beliau memutuskan untuk menghentikan pekerjaannya dan mencari pekerjaan lain.

Dapat kita pelajari dari kasus tersebut. Bapak Surahman yang kesulitan mendapatkan kedelai karena harga perkilonya yang mahal mengharuskan beliau untuk gulung tikar. Bisa kita tanggapi bahwa memang benar penyebab Bapak Surahman gulung tikar adalah bahan baku yang mahal. Tapi bisa juga itu adalah kesalahan masyarakat sendiri yang lebih memilih untuk memenfaatkan produk impor daripada produk local. Padahal produk local tidak kalah bagus kualitasnya. Karena keinginan manusia yang tak terbatas dan majunya perkembangan zaman menyebabkan mereka beralih pada hal-hal yang lebih “keren”

Beberapa penyebab pengrajin makanan lokal gulung tikar, antara lain :
 Kurangnya rasa cinta produk dalam negeri
 Gaya hidup berubah sehingga makanan pribumi sudah jarang dikomsumsi
 Para petani yang gagal panen
 Harga bahan baku mahal
 Kurangnya pekerja
 Busuknya makanan yang sudah siap dimanfaatkan konsumen akibat terlalu lama disimpan
 Malasnya para pengrajin yang bertugas untuk memproduksi
 Berdatangan produk impor yang menyebabkan kalah bersaing
 Kesadaran masyarakat kurang

Sebaiknya pemerintah harus bertindak lebih tegas dan serius dalam menanggapi masalah ini. Berikut adalah upaya-upaya yang mestinya dilakukan oleh pemerintah :
 Menyediakan lapangan pekerjaan untuk para pengrajin yang gulung tikar
 Membatasi produk impor ke Indonesia supaya masyarakat kembali untuk memanfaatkan hasil pribumi
 Lebih menungkatkan ekspor agar kualitas Indonesia diakui oleh Negara lain. Seperti beras, ketan, kacang-kacangan, jagung, dll.
 Membuat suatu lahan pertanian atau perkebunan milik Negara yang dikelola oleh petani lokal dengan hasil berkualitas tinggi
 Mengadakan pameran makanan di kota-kota yang ada di Indonesia dengan tujuan untuk mengenalkan makanan khas nusantara yang tidak diketahui masyarakat dan hamper punah
 Menurunkan harga pasar yang dikiranya tidak terlalu membebankan rakyat kalangan tidak mampu agar bisa bertahan hidup

Upaya-upaya tersebut harus secepat mungkin dilakukan. Karena produsen dan konsumenlah yang menjadi korban. Contoh-contoh dampak dari masalah ini yang paling berat adalah yang dirasakan oleh masyarakat tidak mampu. Mereka menderita kelaparan karena tidak bisa membeli makanan yang mungkin harganya lebih besar daripada pendapatan mereka sehari-hari. Busung lapar adalah ancaman yang paling menakutkan untuk para balita yang sedang mengalami pertumbuhan. Mereka yang harusnya diberi gizi yang cukup, bukan malah diberikan makanan yang tidak seharusnya dimakan oleh para baliat, seperti nasi aking. Nasi aking adalah nasi basi yang dibumbui hanya dengan garam. Nasi aking tersebut sama sekali tidak mengandung gizi. Apakah mungkin mereka akan terus-menerus seperti itu? Bagaimana kelangsungan bangsa Indonesia dimasa yang akan datang ?
Anak-anak yang biasa meminta dijalanan adalah termasuk kedalam dampak masalah ini. Orangtua mereka tidak mempunyai penghasilan untuk menyekolahkan anak-anaknya. Karena untuk mengisi perut mereka saja sudah kesulitan, apalagi untuk yang lain. Dan masih banyak lagi dampak negatif akibat naiknya harga barang-barang pokok.
Untuk mengatasi para penderita gizi buruk, sebaiknya ada kesadaran dari masyarakat sendiri untuk menggugah hatinya untuk memberikan sebagian dari harta mereka. Dapat dilakukan dengan cara bakti sosial dan kegiatan lainnya yang bermanfaat. Uluran tangan dari kita bagai mendapatkan intan permata bagi mereka.

Hal ini pun terjadi di berbagai daerah-daerah, sebagai contoh seperti yang dialami mayoritas anggota masyarakat lainnya yang begitu sulit mendapatkan minyak tanah. Minyak tanah masih sangat dibutuhkan sebagian besar warga untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka, seperti untuk keperluan memasak sehari-hari. Walaupun harga melonjak, mau tidak mau warga tetap harus membeli dengan harga yang sangat tinggi, karena bagi mereka yang penting barang kebutuhan pokok tersedia.
Tidak hanya mereka yang menggunakan langsung minyak tanah untuk memasak, seperti yang umum dilakukan kaum perempuan (khususnya para ibu rumah tangga) yang merasakan imbas dari kenaikan harga harga kebutuhan pokok, tetapi pasti juga meresahkan para pencari nafkah seperti para suami yang harus berusaha lebih keras lagi untuk mendapatkan penghasilan tambahan guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Mungkin bukan hanya bagi mereka yang sudah berkeluarga, bagi buruh perempuan yang masih lajang pun mengalami persoalan yang sama, walaupun tingkat kebutuhannya tidak serupa. Tapi tetap saja bagi mereka yang sudah berkeluarga persoalan ini menjadi masalah yang sangat penting, belum lagi mereka harus membiayai anak-anak mereka, mulai dari kebutuhan sehari-hari hingga kebutuhan sekolah.
Setiap tahunnya kenaikan harga barang kebutuhan seperti hampir pasti selalu terjadi. Di awal tahun 2010 inipun kenaikan harga yang memberatkan rakyat sudah terjadi, mulai dari harga minyak tanah yang melonjak dan kebutuhan pokok lainnya disertai dengan kelangkaan, yang menyebabkan untuk membeli minyak tanah pun dibatasi. Ternyata tidak hanya berhenti di minyak tanah, tapi terus bergulir ke barang-barang kebutuhan pokok rakyat lainnya.
Sementara kenaikan harga ini sering sekali diharapkan bisa dibarengi oleh kenaikan upah/gaji buruh ataupun pegawai negeri sipil (PNS). Tapi ketika upah/gaji naik, ternyata tidak memecahkan masalah rakyat kecil karena akan secara bersamaan muncul akibat berupa naiknya harga harga di pasar, banyak dari para pedagang mengatakan bahwa upah/gaji naik maka harga barang barang pun ikut naik.
Imbas kenaikan harga kebutuhan barang pokok seolah menjadikan masyarakat untuk lebih pintar mengelola keuangan, mengurangi atau bahkan tidak membeli sama sekali kebutuhan-kebutuhan yang dianggap tidak penting. Masyarakat oleh berbagai nasihat yang menyikapi krisis harga ini dituntut untuk berhemat, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Contoh kenyataan ini, yaitu banyak buruh yang bekerja berdatangan dari luar kota sehingga mereka harus kost atau mengontrak rumah. Biaya sewa rumah/kost terus meningkat, ketika masyarakat terus harus menanggung dan menyesuaikan diri dengan harga-harga barang yang juga terus naik.
Mayoritas kaum buruh harus berhadapan dengan permintaan untuk membayar sewa rumah lebih banyak dari sebelumnya dengan alasan sang penyewa rumah/kost terbebani oleh kenaikan harga. Tidak bisa dipungkiri kenaikan harga-harga kebutuhan pokok berpengaruh ke berbagai harga barang dan jasa, dan yang paling merasakan kenaikan ini adalah rakyat pekerja.
Karena bila kita bandingkan para pejabat pemerintah, pemilik rumah sewa/kost, pedagang menengah, maupun para bos pabrik mempunyai penghasilan yang berlebih untuk memenuhi kebutuhan mereka. Dan bila harus menghadapi kenaikan harga, mereka bisa mencari sasaran orang lain untuk menanggung beban itu. Seperti yang dibebankan oleh pemilik rumah kontrak/kost kepada rakyat pekerja buruh yang membayar sewa kepada mereka.
Tetapi mata rantai beban ini sampai pada tingkat dimana justru mereka yang paling menanggung beban dari kenaikan harga – rakyat pekerja dan kaum miskin – juga harus menanggung beban mereka yang bertanggung jawab atas kenaikan harga yaitu para bos, birokrat pemerintah yang korup dan cuma berpikir menarik rente, dan para spekulan.
Di layar kaca atau melaui media kita jumpai pula para distributor barang yang melakukan unjuk rasa terhadap kenaikan sejumlah harga, sebagai contoh tempo lalu kenaikan harga kedelai bagi para pembuat tempe, serta harga daging yang kian melonjak. Kenaikan harga bahan dasar dalam pembuatan tempe ini mempengaruhi produksi pembuatan tempe. Namun masyarakat yang kebanyakan menjadi konsumen dari barang2 tersebut dan merasakan langsung berbagai kenaikan harga barang hanya bisa sekedar protes tanpa ada sikap yang ditujukan kepada pemerintah.
Ketidakmampuan ini juga disebabkan oleh ketakutan dan kebingunan mereka tentang hak sebagai warga negara dan kewajiban pemerintah dalam kehidupan sosial sebagaimana yang diharuskan oleh cita-cita kemerdekaan Indonesia seperti yang dimandatkan oleh konstitusi negeri kita ini.
Masih sangat banyak diantara kaum buruh yang hanya bisa menerima dengan hati berat dengan kenaikan harga barang barang kebutuhan pokok, dan mereka tidak tahu apa yang harus mereka lakukan.
Kita tidak bisa lagi mengacuhkan atau tak peduli harga-harga barang kebutuhan pokok terus dibiarkan naik seenaknya tanpa ada keputusan pengaturannya. Peran dan aturan pemerintah harus khusus bertindak hanya demi untuk melindungi masyarakat yang terus menjadi korban dalam kehidupan yang terus direpotkan oleh kenaikan harga-harga. Seperti yang terjadi sekarang bahwa setiap tahunnya harga akan naik seiring dengan adanya kenaikan upah/gaji. Mau berapa pun upah/gaji naik itu hanya percuma, jika harga-harga kebutuhan pun ikut naik maka tidak akan pernah mencukupi biaya untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Seharusnya pemerintah menetapkan harga yang kemudian para pedagang atau distributor tidak menaikan harga karena melihat ada kenaikan upah/gaji dari buruh ataupun pegawai negeri sipil (PNS). Kita tidak akan menemukan solusi jika pemerintah tidak tegas dalam menentukan harga-harga dan mengatur distribusi barang-barang agar tidak ada penimbunan yang akan menyebabkan harga menjadi mahal ketika terjadi kelangkaan barang dan akhirnya akan memberikan keuntungan kepada para penimbun tersebut.
Disini pemerintah mempunyai andil dalam menentukan harga pasar untuk berbagai kebutuhan pokok. Hal ini untuk menghindari adanya penjual dan kepentingan ekonomi politik yang nakal atau curang yang justru mendapatkan keuntungan bila terjadi menaikan harga seenaknya.
Masalah kenaikan harga barang-barang kebutuhan pokok tidak bisa dilihat sebagai sekedar masalah musiman yang sering dihadapi, terlebih jika sudah terjadi kenaikan upah dan bahan baku produksi lainnya. Saat ini sentral penyuplai kebutuhan pokok banyak dikuasai oleh pihak non pemerintah, dan ini pun menujukan bahwa pemerintah sebenarnya tidak mampu untuk mengatur berbagai kebutuhan rakyatnya, dan kenaikan harga ini selalu muncul ketika akan terjadi momentum-momentum politik seperti Pemilu, Pilgub, Pilkada.
Yang jelas memang keterlibatan rakyat pekerja dalam pemerintahan menjadi hal yang sangat penting, karena masyarakat yang ada bukan hanya dari lapisan pejabat, dan pengusaha tapi banyak pula rakyat pekerja yang sebetulnya menjadi penunjang ekonomi dan rakyat pekerja pula yang banyak menggunakan hasil-hasil dari produksi kebutuhan barang-barang pokok.
Harus kita sadari bahwa pemerintahan hari ini adalah sebuah pemerintahan yang bisa dipercaya karena jika tidak masyarakat akan mengatakan pihak pemerintah pun ikut andil dalam proses kenaikan-kenaikan harga tersebut. Jadi upaya-upaya yang dilakukan pemerintah pun dilihat merupakan upaya sesaat yang hanya menunjukan kepada masyarakat bahwa pemerintah peduli terhadap kenaikan harga barang kebutuhan pokok.
Jadi, manfaatkanlah hasil produksi dengan baik. Dan supaya masyarakat dapat membatasi kebutuhannya. Pantau terus naik-turunnya harga kebutuhan pokok, apakah stabil atau tidak. Karena kalu harga terus melambung, rakyat Indonesia tidak akan bisa memenuhi kebutuhannya selain kebutuhan pokok.

PENUTUP
Kesimpulan
Dari karya tulis diatas dapat diambil kesimpulan, diantaranya :
1) Kenaikan harga barang-barang pokok sangat berpengaruh pada kehidupan masyarakat
2) Kenaikan harga barang-barang pokok menambah beban bagi masyarakat menengah ke bawah
3) Ibu rumah tangga kesulitan untuk mengatur kebutuhan yang harus dipenuhinya sehari-hari dengan kebutuhan yang lain
4) Berpengaruh besar pada bidang perekonomian di Indonesia
5) Merugikan banyak pihak

Saran
Sebaiknya, masyarakat harus belajar cara untuk mengatur kebutuhan
dengan baik, dan pintar menentukan kebutuhan-kebutuhan apa sajakah yang
harus diutamakan. Dan untuk pemerintah, masalah ini cukup serius,
sebaiknya bertindak secara tegas dan baik.

Daftar Pustaka
http://www.kompas.com/
http:// andreypeduliindonesia.wordpress.com/
http://www.lautanindonesia.com/
http://www.yahoo.com/yahooanswer/kenaikan harga baranng-banrang pokok/


0 Responses to “karya tulis . judul : kenaikan harga barang-barang pokok”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: